Dalam Islam, harga diri adalah mempertahankan diri agar selalu dalam
keadaan terbaik dan tidak terpengaruh untuk berbuat tercela karena memiliki
taqwa kepada Allah SWT. Sayangnya, kebanyakan masyarakat kita mengartikan harga
diri dan kemuliaan dilihat dari harta, jabatan, dsb. Masyarakat sudah terjebak
dalam persepsi dimana orang yang memiliki harta berlimpah adalah orang yang
paling dihormati. Bila kita membayangkan apa jadinya bila setiap muslim di
negeri yang masyhur ini memiliki pengertian harga diri seperti yang Islam
ajarkan, maka sudah pasti berbagai kejahatan tidak akan muncul seperti
sekarang. Karena manusia akan saling tolong-menolong untuk mencapai
kesejahteraan bersama. Untuk merubah fenomena yang terjadi sekarang memang
tidak mudah dan akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Namun, apabila Allah
SWT berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin terjadi oleh-Nya. Mulai saat
ini, mari kita saling berbenah diri masing-masing, mencoba bertanya pada hati
nurani apakah sudah layak kita sebagai muslim yang diridhoi oleh Allah SWT. Mulailah
mengembalikan sifat-sifat taqwa, sifat takut akan murka Allah SWT, dan sifat
waspada karena kita selalu diawasi oleh Allah SWT. Karena manusia yang mulia
dan tinggi derajatnya di sisi Allah SWT adalah manusia yang selalu bertaqwa
kepada-Nya. Mari kita kembalikan harga diri kita yang sekarang sudah diganti
dengan harta dan jabatan, dengan harga diri yang sesungguhnya. Yaitu harga diri
menurut Islam yang akan membuat kita semakin taqwa dan berguna.
(Sumber: Lembar
Jum’at Ikadi, diubah seperlunya)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar