Pahala
dari Allah tidak hanya bisa diraih dengan menjalankan ibadah-ibadah yang
sifatnya mahdhah (murni) seperti shalat, puasa, zakat, haji, atau
membaca Al-Qur’an. Bahkan bisa juga diperoleh melalui aktivitas-aktivitas
duniawi seperti makan, minum, tidur, bekerja, dan sebagainya. Bahkan sesuatu
yangdianggap remeh oleh kebanyakan manusia bisa menjadi ladang pahala. Bersin
dan menguap contohnya. Kedua hal tersebut, walaupun kecil di mata kita, bisa
mendatangkan pahala bila kita menunaikan adab-adab yang diajarkan oleh Islam
berkenaan dengannya. Berikut ulasannya.
Menguap dan Bersin adalah Dua Hal yang Bertolak Belakang
Menguap
dan bersin sering disandingkan dalam satu pembahasan karena memang ada hubungan
antara keduanya, yaitu hubungan yang bersifat tolak belakang. Bersin adalah
perkara yang dicintai Allah, sedang menguap adalah perkara yang dibenci
oleh-Nya. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya
Allah menyukai bersin dan membenci menguap.” (HR al-Bukhari: 6223)
Para
ulama menjelaskan hikmahnya bersin disukai dan menguap dibenci. Bersin disukai
karena bersin mengarah kepada sifat kuat, giat, rajin, dan semangat. Sebab itu,
bila kita perhatikan dalam banyak keadaan, orang yang bersin akan bangkit dan
bersemangat, sedan Allah mencintai mukmin yang kuat lagi bersemangat.
Sementara
itu, menguap dibenci karena ia berasal dari setan, sebagaimana yang disebutkan
dalam hadits, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Adapun menguap maka itu berasal
dari setan.” (HR al-Bukhari: 6223) Di samping itu, menguap merupakan simbol
kemalasan. Karena itu, Allah membencinya. Justru kita diajari oleh syari’at
agar berlindung dari sifat malas.
Adab Menguap
1. Berusaha menahannya sebisa mungkin.
2. Bila tidak mampu menahan maka tutuplah mulut dengan tangan.
3. Sebagian
ulama menerangkan bahwa hendaknya tangan kirilah yang digunakan untuk
menutup mulut.
Adab Bersin
1. Hendaknya
orang yang bersin memuji Allah dengan membaca: Alhamdulillah, dan pujian
tersebut dikeraskan hingga orang lain mendengarnya.
2. Tetap
disyari’atkan membaca Alhamdulillah ketika bersin meskipun di dalam
shalat, berdasarkan keumuman dalil yang memerintahkan untuk membacanya.
3. Tidak
disyari’atkan mengucapkan Yarhamukallah kepada orang bersin yang tidak
memuji Allah.
4. Seseorang
tidak mengucapkan Alhamdulillah dengan lisan ketika ia berada dalam
kondisi tidak boleh berdzikir (dengan lisan), misalnya ketika di dalam toilet,
tetapi hendaknya ia tetap memuji Allah dalam hati.
5. Tidak
mengucapkan Yarhamukallah kepada nonmuslim yang bersin, tetapi kita do’akan
dia dengan ucapan: Yahdikumullah wayuslihu balakum (semoga Allah
memberimu petunjuk dan memperbaiki urusanmu). (HR at-Tirmidzi: 2739)
6. Ketika
seorang bersin lebih dari tiga kali maka dia terkena flu dan kita pun tidak
memberi ucapan Yarhamukallah setelah bersin ketiga.
7. Ketika
seorang bersin hendaknya dia menutupkan tangan atau bajunya ke mulutnya dan
merendahkan suaranya.
Adab-adab
di atas sesungguhnya tidaklah terlalu berat, namun Allah mencatatnya sebagai
amal shalih yang berpahala. Sebab itu, seorang muslim hendaknya bersemangat
mengamalkannya, sehingga mendapatkan keutamaan besar di sisi Allah. Semoga
bermanfaat dan kita bisa mengamalkannya. Aamiin.
Oleh Hafidz Al Musthofa Abu
Najah, Lc.
The image sourced of www.penabiru.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar